FLP Bandung

May 30, 2005

">

JAWARA SEMUSIM TERPILIH KREASI AKBAR 2005

JAWARA CERPEN KATEGORI PELAJAR-SEMUSIM

Juara 1

Faisal Syahreza

"Orang-orang Tercinta"
(Kls 3IPA 1 SMAN 1 Cilaku Cianjur)

 

Juara 2

Hanifah Widyacastrena (Iveh),

Linda Trisnawati (Yui),

Anne Rufaidah (Aruf_X)

"Antara Aku dan Ibu"

(SMAN 10 Bandung)

 

Juara 3

Feriska Fairuz Azkiyah

"High School Cinderella"

(SMPN 5 Bandung)


 7 Terpilih

Faisal Syahreza

"Setia pada Ketulusan Cinta"
(Kls 3IPA 1 SMAN 1 Cilaku Cianjur)

 

Linda Handayani S

"Semusim"

(SMUN 2 Tasikmalaya)

 

Watie Nurhayati (Tye

"Hidayah Cinta"

(SMA Miftahul Khoir, Dago Bandung)

 

Amalia Azizah Rahmani

"Summer"

(SLTP IT Baitul Anshor, Cimahi)

 

Dione Pyrena Alfiant B

"Ibu"

(Kls 2D SLTPN 44 Bdg)

 

Ginna Desiana

"Kematian Cinta"

(SMUN 1 Lembang)

 

Nur Ihsani Eka Saputri(Adilah Pasha)

"Playboy Kabel"

(SLTP IT Baitul Anshor, Cimahi)


JAWARA CERPEN KATEGORI UMUM-SEMUSIM

Juara 1

Imam Fauzian

“Cendrawasih Serui”

(Sastra Arab FASA Unpad)

 

Juara 2

Calvin Michel Sidjaja

“Di Sepinya Dunia”

(Mahasiswa)

 

Juara 3

Ulfah Mardhiah Siregar

“Meminta Tangan”

(Biologi ITB)

 

 7 Terpilih

Jejen Akrom

Sepenggal Kisah Terindah”

(Karyawan Swasta, Bandung)

 

Andini Yudianto

Melayari Bulan”

(Manajemen Komunikasi (Ext) FIKOM-Unpad)

 

Hariyadi Maramis

Senandung Sebuah Cinta”

(Mahasiswa ITB)

 

Rindu Rosmiati (Rindu)

Sayyaf !! Yaa Yahuud!!”

(Pendidikan Bahasa Arab UPI)

 

Hamide Demirci

“Jangan Ali, Ayah!

(Sastra Inggris Unpas)

 

Dewi Aliya (Fatimalovi)

“Yang Tulus Cintanya”

(Guru TK, Bandung)

 

Asri Afrianti

“Karena Langit Tak Berkaki

(Mahasiswa, Bandung)

 

JAWARA PUISI KATEGORI PELAJAR-SEMUSIM

Juara 1

Saeful Anwar (Nursan Nur Zam-Zam)

“Di Matamu Kutegakkan Alif”

(Kls 3 IPA 2 SMAN 1 Cilaku Cianjur)

 

Juara 2

Siti Rokayah

“Sajak Cinta”

(SMAN 1 Kawali)

 

Juara 3

Iman Budi Santosa

“Romeo dan Juliet Versi Gurun”

(SMAN 2 Kuningan)


7 Terpilih 

Siti Rokayah

“Romantisme Spiritual”

(SMAN 1 Kawali)

 

Mega Sugesti

“Azimat Kekalahan Cinta”

(Kls X-D SMAN 20 Bandung)

 

Zukhrufah Dien Ardlillah (Zhu)

“Sinantrus Cinta”

(SMUN 13 Bandung)

 

Yunita Wulandari (Syaira)

“Terangilah Jiwaku”

(Kls 3C SMPN 1 Garut)

 

Dede Nunung Widianingsih (Raihana Juli Muslim Al Mumtahanah)

“Aku-Cinta-Ibu”

(Kls 2 SMAN 4 Bandung)

 

Dede Nunung Widianingsih (Raihana Juli Muslim Al Mumtahanah)

"Saksi Bisu"

(Kls 2 SMAN 4 Bandung)

 

Cucu Solehat

“Seroja di Atas Cinta”

(SMUN 15 Bandung)


JAWARA PUISI KATEGORI UMUM-SEMUSIM

Juara 1

Rudy Ramdani (Awal Aliruda)

“Seperti Laut”

(Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia FPBS UPI)

 

Juara 2

Mira Lismawati

“Sketsa Ibu”

(Seni Rupa STSI Bandung)

 

Juara 3

Ratna Ayu Budhiarti

“Kau”

(Pegawai Swasta, Bandung)

 

7 Terpilih

Ratna Ayu Budhiarti

“Serenade Biru”

(Pegawai Swasta, Bandung)

 

Agus Supriatna

“Bila Satu Hari Nanti”

(Bahasa Inggris STKIP Siliwangi Bandung,Karyawan Swasta)

 

Susi Setiorini

“Ode Suatu Sore”

(Karyawati RS Dustira Cimahi)

 

Kikim Suhud S.Hakim (Az-Zahid)

“Rahasia Kita”

(Fisika FPMIPA UPI, Announcer MQ FM)

 

Mira Lismawati

“Itikaf”

(Seni Rupa STSI Bandung)

 

Priyatna

“Kuasa Bumi”

(Administrasi Pendidikan UPI)

 

Rinrin Migristine

“Zauq”

(Administrasi Negara FISIP Unpad)

* * * * * * * * *
Jawara 1, 2 dan 3 harap menghubungi panitia di 08562117731 (sinai)
Hadiah untuk jawara 1, 2 dan 3 akan dikirim ke alamat masing-masing.

15 cerpen terpilih dan 100 puisi terpilih akan dibukukan dalam antologi cerpen dan antologi puisi SEMUSIM.

Selamat dan barakallahu laka untuk seluruh jawara dan terpilih. Dengan segenap kerendahan hati, panitia SEMUSIM & Kreasi Akbar 2005 memohon maaf atas segala kekurangan. Sampai jumpa di SEMUSIM & Kreasi Akbar berikutnya! Be there or behind!



Apr 19, 2005

">

FLP : Oase di Jagat Penulisan


Oleh : Aminudin (*)

SUATU sore, di ruang Abu Bakar, kompleks Masjid Salman ITB sekelompok ikhwan-akhwat sedang asyik mendiskusikan sebuah karya sastra yang ditulis salah seorang rekan mereka. Kegiatan pertemuan rutin tersebut diselenggarakan setiap hari Kamis dari pukul 16.00 WIB hingga azan magrib berkumandang. Para pesertanya terdiri atas para muda yang ingin mendalami dunia penulisan fiksi dan nonfiksi.

Adalah Forum Lingkar Pena (FLP) Bandung yang mewadahi saluran kepenulisan untuk para pembelajar muda di tempat tersebut. Kegiatan pertemuan rutin kepenulisan semacam itu diikuti pula oleh para anggota FLP di kota-kota lain di Indonesia, bahkan sampai luar negeri. FLP Bandung merupakan salah satu cabang yang berada di bawah perwakilan wilayah Jawa Barat.

FLP tidak jauh berbeda dengan komunitas-komunitas pembelajar sastra lainnya, yang menceburkan diri pada kegiatan kepenulisan dan apresiasi sastra. Hanya, komunitas ini lahir dengan membawa bendera keislaman. Dan keislaman tersebut tidak hanya dijadikan label. Itulah yang menjadi ciri khusus dari komunitas ini.

Awal tumbuh kembang FLP

Forum Lingkar Pena (FLP) berdiri pada 22 Februari 1997 oleh "tiga Srikandi": Helvy Tiana Rosa, Asma Nadia, dan Muthmainah. Ide pendirinya berawal dari keprihatinan terhadap minimnya minat kaum muda dalam bidang membaca dan menulis. FLP berusaha mewadahi potensi kepenulisan kaum muda tersebut dengan mengadakan pembinaan untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas tulisan.

Komunitas yang mengambil lambang pena melingkari bumi -- sebagai logo awal -- mengadakan pertemuan rutin bagi para anggotanya dan mengundang pembicara tamu dari kalangan jurnalis, cendikiawan, dan sastrawan. Keangotaan FLP terbuka bagi mereka yang berusia 13 tahun ke atas dan berdomisili di seluruh Indonesia atau tengah bersekolah di luar negeri.

Adapun visi organisasi kepenulisan ini adalah membangun para muda penulis yang berkualitas di Indonesia dan mancanegara. Sedangkan misinya adalah menjadi wadah penulis bagi jurnalis, pengarang, dan peneliti muda yang berpotensi, serta meningkatkan mutu dan produktivitas tulisan, turut meningkatkan budaya menulis dan membaca, menjadi organisasi kader yang mempersiapkan "penulis pelapis".

FLP pun membuka diri bagi calon anggota non-muslim asalkan mempunyai minat besar terhadap Islam dan tulis menulis. Kebanyakan anggota FLP adalah para pelajar, mahasiswa, pegawai negeri, guru, pengarang, jurnalis, ibu rumah tangga. Tercatat beberapa penulis yang bergabung dengan FLP, antara lain: Pipiet Senja, Yus R. Ismail, Gola Gong, Halfino Berry, M. Irfan Hidayatullah, Ahmadun Y. Herfanda, dll.

Dalam waktu yang relatif singkat, organisasi kepenulisan ini telah mempunyai cabang di hampir 30 provinsi dan di mancanegara dengan jumlah anggota sekitar 5.000 orang, dan hampir 70% anggotanya adalah perempuan. Dari jumlah ini, ada 500 orang yang termasuk kategori aktif menulis di media massa dan sebanyak 4.500 anggota termasuk ke dalam kategori "pembinaan".

Adapun kegiatan organisasi kepenulisan ini adalah mengadakan pertemuan mingguan dan bulanan, mengadakan pelatihan fiksi dan nonfiksi, mengirimkan tulisan ke berbagai media massa dan penerbit, membuat skenario teater, menggalakkan kampanye gemar membaca dan menulis ke SMP - SMA dan pesantren di Indonesia.

Sebagai sarana munculnya karya-karya sastra anggota FLP, tak lepas dari peran majalah Annida yang dipimpin oleh Helvy Tiana Rosa. Majalah yang bertiras lebih dari seratus ribu eksemplar ini sekaligus juga menjadi media informasi dan perekrutan anggota FLP. Sekitar 75% penulis majalah Annida bergabung dengan FLP.

Forum Lingkar Pena: berbakti, berkarya dan berarti

"Forum Lingkar Pena adalah hadiah Allah untuk Indonesia", begitu ucap Taufiq Ismail pada acara Silaturahmi Nasional dan Milad ke-5 FLP di Gedung Dinas Kebudayaan DKI, 6 - 7 Juli 2003. Tak berlebihan kiranya penyair senior tersebut berkata demikian. Selain jumlah anggota yang terhitung besar dan jaringan organisasi yang baik, FLP pun berkiprah dengan dilandasi kecintaan pada agama. Hal ini terlihat lewat rajutan kebersamaan akan semangat persaudaraan sebagai sesama muslim.

Dengan dilandasi semangat dakwah, FLP membuktikan diri dengan istiqamah membaktikan diri menyeru pada kebaikan dengan landasan yang nyar'i. Hal yang menjadi nawaitu tersebut, bahwa sebuah karya mesti lahir dari kejujuran dan manifestasi diri untuk kebaikan, bukan kemunafikan. Jadi, sebuah karya yang lahir dengan muatan nilai kemanusian harus pula dibarengi sikap (akhlak) dari si penulis atau pengarangnya.

Lewat moto: "berbakti, berkarya, dan berarti", FLP telah menjadi fenomena baru di Indonesia. Dari hari ke hari telah lahir penulis-penulis baru dari pola regenerasi yang baik. Selain itu, anggota FLP telah memberi pencerahan bagi dunia penulisan dan minat baca. Telah beratus-ratus judul buku yang dihasilkan oleh para anggota FLP.

Selain itu, FLP sarat dengan nilai-nilai kemanusiaan yang melingkupi kegiatan-kegiatannya. Buku antologi cerpen FLP, "Doa untuk Sebuah Negeri" (As-Syaamil), yang merupakan karya para perempuan pengarang FLP Aceh didedikasikan bagi para anak, janda, dan pengungsi Aceh. Ada pula "Merah di Jenin" yang merupakan karya bersama anggota FLP, didedikasikan bagi anak-anak Palestina. Walaupun bukunya baru diluncurkan, FLP menyumbangkan royalti buku tersebut untuk anak-anak Palestina melalui MER-C. Cermin Malam Ganjil", buku antologi FLP, didedikasikan bagi sastrawan Yusach Ananda. Yusach Ananda, yang pernah disebut HB Jassin sebagai salah satu baromater sastra Indoensia tahun 1950, dalam usia 68 tahun -- sambil terus menulis -- beliau berjualan es di kantin sebuah SD di Kalimantan Barat.

FLP lahir dengan membawa angin segar bagi perkembangan dunia membaca dan menulis di Indonesia. Dan kepedulian itu pun telah dijajaki oleh FLP untuk generasi bangsa selanjutnya dengan mendirikan Forum Lingkar Pena (FLP) Kids. Melalui wadah baru ini, telah lahir penulis-penulis cilik yang patut diperhitungkan, di antaranya Sri Izzati dan Faiz. Kedua bocah berusia 8 tahun tersebut telah menerbitkan buku fiksi sendiri. Suatu hal yang patut dihargai dan ditindak-lanjuti ini untuk menciptakan budaya yang lebih maju!*** 

*) Penulis editor di sebuah penerbitan di Bandung dan penikmat karya sastra.*

(Sumber: Harian Umum Pikiran Rakyat)



">

:: Kegiatan FLP Bandung ::

FLP Bandung telah mempunyai kegiatan rutin, yaitu diskusi kepenulisan.
Kegiatan yang selalu dihadiri anggota FLP Bandung ini berlangsung tiap pekan setiap Kamis sore ba'da ashar, dan selalu membahas karya-karya anggota (baik berupa cerpen, puisi, dll) maupun karya-karya sastrawan yang telah mempunyai nama.

Pembahasan karya itu pun dimulai oleh salah satu anggota yang memberi tanggapan/kritikan, dan dilanjutkan dengan diskusi yang berhubungan dengan karya yang bersangkutan, atau pun yang berhubungan dengan tanggapan/kritikan tersebut. Juga, sekaligus sebagai ajang pembekalan tentang teori sastra (kepenulisan) yang diisi oleh ahli kepenulisan (dosen, sastrawan, praktisi, dll) pada waktu-waktu tertentu.

Bagi yang berminat mengikuti kegiatan rutin ini dapat (langsung) hadir pada hari Kamis, pukul: 16.00 - 18.00, dan bertempat di selasar Mesjid Salman ITB.


Apr 18, 2005

">

LOMBA MENULIS PUISI DAN CERITA PENDEK

Forum Lingkar Pena Bandung (FLP) bermaksud menyelenggarakan lomba penulisan puisi dan cerita pendek bertema cinta se-Jawa Barat, untuk kategori pelajar (SMP/SMU/sederajat) dan kategori mahasiswa/umum. Untuk lomba penulisan puisi, setiap puisi yang disertakan mengikuti lomba ini diketik di kertas A-4, dengan spasi 1,5, rangkap tiga.
Nama peserta dikirim dalam kertas yang berbeda, berikut alamat, biodata, fotokopi kartu identitas dan pas foto ukuran 4 x 6 cm, serta uang pendaftaran Rp 5.000,00/ puisi yang dilombakan.

Selambat-lambatnya naskah diterima oleh pihak panitia pada 7 Mei 2005, di Panitia Semusim FLP Bandung, Kompleks Masjid Salman ITB, depan ISTEK Salman, setiap hari Kamis pukul 16.00-17.30 WIB, CP: Sinai (0856217731) dan Nuri Accesories, Jln. Cihampelas No. 206 Bandung, setiap pukul 9.30-17.30 WIB setiap hari, CP: Rani (08156153017), dengan juri Eriyandi Budiman, Soni Farid Maulana, dan Nurfahmi Taufiq al Shaab (Ketua FLP Bandung).

Untuk juara pertama penulisan puisi dapat hadiah uang Rp 250.000,00 + sertifikat dan bingkisan. Sedangkan untuk juara kedua dapat hadiah uang Rp 150.000,00 + sertifikat dan bingkisan.

Untuk lomba cerita pendek, peserta mengirimkan naskah sepanjang-panjangnya 12 halaman per cerita pendek. Diketik di atas kertas A-4, dengan spasi 1,5. Nama, alamat, dan foto ukuran 4 X 6 dikirim dalam kertas yang berbeda. Uang pendaftaran untuk lomba penulisan cerita pendek ini sebesar Rp 5.000,00 percerita pendek. Naskah selambat-lambatnya diterima oleh pihak panitia pada 30 April 2005, dikirim ke alamat tersebut di atas (lihat lomba puisi). Lomba ini mengetengahkan juri, Yus R. Ismail, Nenden Lilis A. dan M. Irfan Hidayatullah (Ketua Umum FLP). Untuk juara pertama dan kedua, hadiah yang bakal diterima oleh para pemenang sama dengan para pemenang lomba penulisan puisi. Dalam lomba penulisan cerita pendek ada juara ketiga, dengan hadiah uang senilai Rp 100.000,00 + serifikat dan bingkisan yang menarik.

Syarat lainnya. Naskah yang dikirim baik untuk puisi maupun cerita pendek harus menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Bukan hasil terjemahan, saduran atau jiplakan. Belum pernah dipublikasikan. Tidak sedang diikut sertakan dalam perlombaan lainnya. Keputusan juri tidak dapat diganggu-gugat. Untuk 10 finalis puisi dan cerita pendek akan dibukukan oleh penerbit mitra FLP dalam sebuah antologi. Pengumuman para penenang akan digelar pada 29 Mei 2005 di Gedung JICA UPI, Bandung dalam sebuah acara yang digelar untuk umum.

~Humas External FLP Bandung~




 

Blogdrive