Kreasi Akbar 2005, Gw Bgt!
Kreasi Akbar ini merupakan salah satu program kerja FLP Bandung yang diadakan setiap tahunnya sejak tahun 2002. FLP Bandung sendiri berdiri tahun 2001. Jadi, acara yang diadakan 29 Mei 2005 ini merupakan Kreasi Akbar yang ke-4.
Dengan tema “Menulislah, Maka Kau Akan Kaya!”, duet Joni Ariadinata dan Asma Nadia bagi-bagi pengalaman dan tips menulis mereka dengan teman-teman di Bandung, mas Joni dengan segudang pengalamannya yang seru dan mbak Asma dengan segudang prestasinya yang keren abis.
Ditemani Riki Cahya (Sekretaris FLP Jabar) sebagai moderator (yang merasa tugasnya jadi lebih ringan, gara-gara mas Joni dan mbak Asma ngobrol kelewat seru), teman-teman yang hadir saat itu jadi lebih mengerti tentang hakikat kekayaan yang akan mereka dapatkan lewat menulis. Gak cuma kaya materi, tapi juga banyak hal yang luar biasa akan kita dapatkan dengan menulis. Tentunya semua itu dibarengi dengan ikhtiar dan kesungguhan dari diri kita sendiri. Jangan sampai kita sibuk berkoar-koar bahwa kita akan menjadi seorang penulis, tapi belum menulis (baca:menghasilkan karya) sama sekali sampai sekarang (yang satu ini kisah nyata tentang salah seorang teman mbak Asma lho!). Wadahh, itu sih namanya NATO (No Action Talk Only)!
Gw Puas!
Cukup dengan Rp. 10.000, teman-teman yang hadir kemarin dapet sekotak snack, satu majalah Annida, plus seabrek hiburan yang keren abis. Diawali dengan musikalisasi puisi yang dibawakan oleh Adew Habtsa (salah satu pentolan FLP Bandung yang sehari-harinya kocak abis; ternyata bisa cool juga) and the Gank yang membawakan 2 buah puisi karya Nurfahmi Taufik Al Shaab (Ketua FLP Bandung yang sebentar lagi lengser). Dilanjutkan dengan pembacaan cerpen duet Tasaro (Juara I Novel, Sayembara Milad FLP) dan Sinai (FLP Bandung juga) yang membacakan cerpen karya Tasaro tentang pernikahan mut’ah.
Setelah break shalat dzuhur, ada aksi kocak tapi “dalem” dari Teater Salsabil UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Lalu teman-teman diajak cooling down oleh EdCoustic yang membawakan 2 buah nasyid hitsnya dengan sangat memukau. Aksi pamungkas dipersembahkan oleh Hajar Aswad dengan 3 musikalisasi puisinya yang Te-O-Pe Be-Ge-Te, Ka-eR-eN Ha-Be-eS, eS-Ka-eL, Pe-eS-eN, De-E-Ha, Ge-Te eL-O-Ha... apa lagi ya? (Sorry kalo hiperbola banget, soalnya kita kehabisan kata buat mendeskripsikan gimana kerennya penampilan kelompok yang satu ini walaupun sound system kurang mendukung).
Acara ini dipandu oleh duet MC Aminudin dan Ayyesha Yahya yang keduanya merupakan personil FLP Bandung. Sejak awal hingga akhir acara, teman-teman kita dibanjiri (ups, berlebihan deh kayaknya ^_^) doorprize buku-buku keren dan voucher dari beberapa sponsor yang mendukung acara ini.
Walaupun gak dihadiri oleh dua sesepuh FLP Bandung –kang Irfan dan kang Iyus, yang saat itu sedang bertugas menjadi juri lomba di Sumedang bertiga bareng Agustrijanto, banyak juga sastrawan, pelukis dan penulis FLP lainnya yang berseliweran di acara ini. Ada Gola Gong yang menyampaikan orasi pendek tentang sastra dan budaya saat pembukaan acara, ada Heru Hikayat yang sempat tidak dikenali oleh panitia, ada Soni Farid Maulana sebagai dewan juri puisi SEMUSIM yang kemudian “diculik” oleh moderator untuk meramaikan talkshow, ada Eriyandi Budiman yang juga dewan juri puisi SEMUSIM, ada Birulaut yang sempat jadi tokoh dalam ceritanya mas Joni saat talkshow, dan Firman Venayaksa (yang ini sih memang vokalisnya Hajar Aswad!). Hehehe...!
Gw Menang!
Seperti tahun lalu, Kreasi Akbar 2005 diikuti dengan SEMUSIM alias Sayembara Menulis Cerpen dan Puisi Islami se-Jawa Barat yang diadakan bulan Maret hingga April 2005. SEMUSIM kali ini terbagi dalam dua kategori, yaitu kategori A (pelajar SMP/SMU) dan kategori B (mahasiswa/umum). Naskah yang masuk ke panitia mencapai 400-an. Semuanya bertemakan cinta sesuai dengan ketentuan lomba yang ditetapkan oleh panitia.
Nama-nama pemenangnya diumumkan menjelang acara Kreasi Akbar berakhir. Dari 12 pemenang yang terpilih, hanya 5 pemenang yang hadir. Maklum, tanggal 30 Mei kan Ujian Akhir teman-teman di SMU, jadi para pemenang kategori pelajar banyak yang tidak hadir (pada belajar tuh, katanya...) apalagi yang berada di luar kota. Setelah dibagikan hadiah, para pemenang diwawancara langsung oleh Ketua FLP Bandung di depan teman-teman yang hadir. Bahkan salah satunya (Ratna Ayu Budhiarti, pemenang ke-3 Puisi kategori umum) didaulat (baca:dipaksa!) untuk membacakan puisi karyanya. Ngakunya sih, teh Ratna ini tidak biasa tampil untuk membaca puisi. Ternyata, penampilannya keren juga tuh (dasar tawadhu!). Gak heran kalau ia mendapat applause yang meriah.
Nama-nama pemenang SEMUSIM jelas udah kamu baca di sini donk?! Apa? Nama kamu gak ada di jajaran pemenang SEMUSIM? Atau bahkan gak ada di gundukan peserta SEMUSIM? Atau sama sekali gak ada di barisan penikmat Kreasi Akbar? Gak usah manyun, mending ikutan turun (be there or behind!). Kami tunggu di SEMUSIM dan Kreasi Akbar berikutnya!

